Tradisi Unik Natal di Berbagai Daerah Di Indonesia

Tradisi Unik Natal di Berbagai Daerah Di Indonesia

Tradisi Unik Natal di Berbagai Daerah Di Indonesia - Bagi umat Kristiani, natal merupakan hari kelahiran Yesus Kristus dan menjadi hari besar yang paling ditunggu di akhir tahun. Indonesia yang memiliki beragam budaya juga memiliki beragam tradisi unik dalam merayakan natal. Kita lihat yuk ada tradisi unik apa di berbagai daerah Indonesia saat Natal.


Papua
Pesta Barapen atau bakar batu merupakan tradisi unik yang bisa kita temui di Papua saat Natal berlangsung. Ini merupakan ritual kuliner dalam mengolah babi. Babi diolah di dalam lubang yang diisi dedaunan kering lalu ditutup dengan batu berukuran besar yang dibakar selama 4-5 jam. Kemudian babi dimasak selama 1,5 jam dan dimakan bersama – sama. Tidak hanya tradisi kuliner, di banyak tempat akan dihias dengan dekorasi natal dan warga Papua akan memasang lagu natal 24 jam penuh loh.

Ambon
Bunyi sirine kapal dan lonceng gereja akan terdengar serentak pada tengah malam natal. Selain itu, pertemuan keluarga besar juga diadakan bersamaan dengan momen tersebut. Tradisi yang lebih unik lagi adalah sejak tanggal 5 Desember, akan ada kunjungan Sinterklas ke rumah anak-anak di Ambon. Selain menjadi hiburan, kedatangan Sinterklas ini dipercaya dapat mengubah anak nakal menjadi anak baik.

Flores
Meriam bambu menjadi simbol keunikan perayaan natal di Flores. Segerombolan anak kecil dengan semangat membuat meriam bambu dan meledakkannya di setiap sudut kota. Masyarakat Flores akan melakukan misa pada malam natal dilanjutkan dengan konvoi keliling kota dan pesta di setiap rumah untuk menikmati minuman penghangat atau sekedar berjoget – joget ria. Hiburan rakyat di lapangan luas tak kalah seru. Bupati akan mengundang artis-artis lokal untuk menghibur warga Flores. Pesta natal yang meriah tersebut akan terus berlanjut sampai tahun baru loh! Jadi, pasti rame banget nih natalan di Flores!

Manado
Pemda kota Manado akan mengadakan safari natal sejak tanggal 1 Desember dengan mengikuti ibadah di setiap kecamatan yang berbeda setiap harinya. Selain itu, warga Manado pun sering melakukan pawai kota dan melakukan tradisi menjenguk kuburan keluarga. Pada saat itu, kuburan akan dibersihkan dan ditambahkan hiasan lampu natal. Kemeriahan natal ini berakhir pada minggu pertama Januari dengan tradisi Kunci Taon, yaitu pawai keliling kampung dengan menggunakan kostum-kostum lucu yang menarik para warga.

Toraja
Setiap natal tiba, Pemda Toraja akan mengadakan festival budaya dan pariwisata Lovely December.  Festival ini berlangsung dari tanggal 1 Desember hingga 26 Desember.  Lalu apa saja sih yang ada dalam festival bertajuk Lovely December ini? Banyak banget, mulai dari karnaval, bazar natal, kontes kerbau, pentas seni, pameran kerajinan tangan, dan kuliner. Dibuka dengan pemotongan kerbau belang dan diakhiri dengan arak-arakan yang bernama Lettoan. Lettoan merupakan kontes mengarak babi dengan simbol-simbol budaya Suku Toraja.

Yogyakarta
Kota yang terkenal kental akan budayanya ini memiliki tradisi natal yang cukup unik. Pada malam natal, Pendeta akan memimpin ibadah dengan menggunakan blangkon dan beskap serta bertutur kata menggunakan bahasa Jawa halus. Setelah pelaksanaan ibadah, akan ada pertunjukan wayang kulit yang mengisahkan kelahiran Yesus Kristus. Pada tanggal 25 Desember, umat kristiani saling mengunjungi kerabat dekatnya untuk bersilaturahmi dan tak jarang pula anak – anak mendapatkan angpau.

Jakarta
Ternyata Kota Jakarta juga memiliki tradisi unik saat natal. Di perkampungan Tugu, setelah kebaktian warga akan mengunjungi kuburan yang terletak di samping gereja dan menjalankan tradisi Rabo-Rabo yaitu memainkan musik keroncong dan menari bersama keliling kampung. Puncak acaranya, warga akan berkumpul di rumah saudara dan saling mencoret muka dengan bedak putih. Hal ini melambangkan penghapusan dosa atau kesalahan yang lalu untuk menyambut tahun yang baru.

Sumatera Utara
Di Indonesia bagian utara, khususnya masyarakat Batak juga memiliki tradisi unik saat natal. Mereka akan menyembelih seekor hewan secara bersama-sama. Hewan tersebut dibeli dari hasil patungan beberapa orang  yang disebut Marbinda. Jika yang patungan banyak, hewan yang disembelih dapat berupa kerbau namun jika jumlah patungannya sedikit, biasanya mereka akan menyembelih babi. Pada saat perayaan, masyarakat melakukan Marhobas, yaitu pemotongan dan pembagian hewan hasil patungan tersebut.

Sumber : hmpsmunpar.com



share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by selawe cuk, Published at 1:03 PM and have